Pater Frencken lahir di Oosterhout pada tanggal 19 Desember 1861. Ia masuk novisiat Serikat Jesus pada 26 September 1880 dan ditahbiskan menjadi Imam pada 8 September 1894. Pada tahun 1896, bersama Pater E. Engbers dan beberapa misionaris lainnya, ia tiba di Misi Hindia Belanda.
Setelah tinggal sebentar di Semarang, ia ditugaskan di Larantuka. Pada awalnya belajar Bahasa, kemudian menjadi Superior tahun 1898 hingga dipindahkan ke Sumatera pada tahun 1903. Di Sumatera, ia ditugaskan untuk menempati stasi Medan, yang sudah lama tanpa pastor sejak Pater Bernard Mutsaers meninggalkan Medan pada tahun 1898.
RIWAYAT TUGAS PATER JOSEPHUS FRENCKEN, S.J. SELAMA DI INDONESIA
| KARYA | LOKASI | TAHUN |
| Belajar bahasa di Larantuka | Flores | 1896-1897 |
| Pastor Stasi Larantuka | Flores | 1897-1903 |
| Pastor Stasi Medan | Sumatera Utara | 1903-1908 |
Dia telah diberi tugas untuk mengejar ketinggalan, baik oleh pelayanan pastoral reguler di antara orang-orang Eropa di berbagai perkebunan di lingkungan itu, dan oleh pekerjaan pertobatan di antara orang-orang Klingale. Di antaranya dia segera menghitung kawanan beberapa ratus orang Katolik yang bersemangat. Namun, keberhasilannya tidak besar dan itu adalah yang tersulit dari pos misi yang sudah sulit ini.
Pada tahun 1909 Pater Frencken menyerah pada beban dan harus dipulangkan. Setelah beristirahat sebentar di Oudenbosch, dia segera pulih sedemikian rupa sehingga dia bisa kembali bekerja di sini di pedesaan.
Pada tahun 1910 Pater Frencken datang ke Maastricht, di mana ia menghadiri Kongregasi Jongeheeren. Dari tahun 1913 hingga 1918 ia menjadi Pastor di Wijnhaven, Rotterdam, dan kemudian kembali bekerja sebagai Direktur Kongregasi Bangsawan di Maastricht. Namun, dia tetap menjadi misionaris dalam hati dan jiwa, yang paling nyaman ketika dia masih di tahun-tahun terakhir hidupnya, yang dia habiskan di Den Haag.
Sehari sebelum Natal, Pastor Frencken meninggal di Nijmegen, di St. Joh. Berchmans-College, untuk merayakan kelahiran Christi di sisi lain kuburan.