Pater Voogel lahir di Amsterdam pada 31 Juli 1847. Ia memulai sebagai seorang Jesuit pada 26 September 1865 dan ditahbiskan menjadi Imam pada 8 September 1877. Setelah menyelesaikan studinya, ia dikirim untuk misi Hindia Belanda dan tiba di Indonesia pada 3 Desember 1879.
RIWAYAT TUGAS PATER FRANCISCUS VOOGEL, S.J. SELAMA DI INDONESIA
| KARYA | LOKASI | TAHUN |
| Pastor Stasi Surabaya | Surabaya | 1879-1885 |
| Pastor Stasi Manado | Sulawesi | 1885-1887 |
| Pastor Paroki Kidulloji | Yogyakarta | 1887-1889 |
| Pastor Paroki Magelang (St. Ignatius) | Magelang | 1889-1898 |
Sampai tahun 1885 ia bekerja di Surabaya, kemudian berturut-turut di Sulawesi, di Yogyakarta dan di Magelang. Tetapi pada tahun 1894 ia dipanggil untuk mengambil bagian dalam misi Lombok, perjuangan yang sangat berdarah melawan penduduk asli yang memberontak. Pater Voogel dengan keberanian dan semangat luar biasa benar-benar mengabdi dan melayani. Ia membantu Kapten Schulze yang sempat ditawan bersama anak buahnya dengan mencari potongan roti / biscuit, menemani yang terluka, meyakinkan dan membantu mereka, jika perlu mati bersama mereka, hingga akhirnya mereka dapat terbebas dari tahanan tersebut.
Tidak mengherankan bahwa kesehatannya sangat terguncang dan tenaga berlebihan selalu digunakan terus menerus. Ia akhirnya kembali ke Belanda pada 22 Juni 1898. Ia bekerja di Groningen, yang berjuang untuk jiwa-jiwa di sana di negara-negara yang terbakar di atas laut. Ia meninggal dunia pada 11 Februari 1928. Setelah 30 tahun sebuat perwakilan misi Lombok masih berdiri di makamnya untuk memberikan penghormatan tulus terakhir mereka kepada Pater Voogel.